<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-105167976758055476</id><updated>2012-02-16T03:54:05.013-08:00</updated><category term='Gallery'/><category term='Artikel'/><category term='Hikmah'/><category term='Visi Dan Misi'/><category term='Profil'/><category term='Kajian'/><category term='Shiroh'/><title type='text'>UKMI Daarul Hijrah Fakultas Teknik UNRI</title><subtitle type='html'>Berderap Bersama Memancarkan Cahaya Islam Menuju Mardhotillah</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://dhftunri.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/105167976758055476/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhftunri.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Daarul Hijrah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04294237773360752621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_LZVxK_msxXY/SWIFJARti7I/AAAAAAAAADk/dkhlVmDrsQc/S220/DaaRuL+HijRaH.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>13</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-105167976758055476.post-4340317084918790888</id><published>2010-05-19T21:52:00.000-07:00</published><updated>2010-05-19T21:55:12.019-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Jangan Bosan Berdoa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Penahkah kita menyadari, bahwa sebagai  manusia secara fitrah kita adalah makhluk yang lemah, serba kurang,  serba terbatas? Karenanya, secara fitri pula kita membutuhkan sesuatu  yang mampu memenuhi segala kekurangan kita itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt; Dan secara rasional, tempat kita memohon tentulah bukanlah pada makhluk  yang memiliki sifat yang sama: lemah, kurang, serba terbatas. Karenanya  betapa bodoh mereka yang memohon pada hewan, api, matahari,  patung-patung, atau sesama manusia. Kita memohon pada Rabb yang tidak  terbatas, yang maha segalanya. Dialah Allah SWT. Rabb sesungguhnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt; Betapa beruntungnya siapa saja yang menjadi muslim. Sebab, mereka telah  menemukan Rabb yang sangat senang mendengarkan dan mengabulkan  permintaan. Rabb kita bukanlah “dewa” yang tuli, yang budek atas  permintaan penyembahnya atau penguasa jagad yang angkuh, yang gemar  mengkadali permohonan para pengikutnya. Pun, bukan zat yang haus darah,  yang puas atas kebodohan pemujanya, lantaran memberi tumbal untuk setiap  keinginan. Bukan, Rabb kita bukanlah tuhan murahan seperti itu. Rabb  yang diagungkan umat Islam adalah Rabb yang pemurah dan maha penyayang.  Saking pemurahnya, hewan melata pun diberi-Nya rizki. “Tiada seekor  hewan melata pun dimuka bumi, melainkan ditanggung Allah rizkinya.” (QS  Hud:6)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt; Maka, apa yang menghalangi kita untuk mengungkapkan kelemahan,  kekurangan, dan keterbatasan kita pada-Nya? Mengapa kita sungkan  menengadahkan tangan, meminta dan berdoa pada Allah SWT? Mintalah kepada  Allah, karena Allah senang jika diminta.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt; Berdoa adalah permintaan seorang hamba kepada rabb-Nya. Selama tidak  menyalahi hukum dan aturan-Nya, apa saja bisa kita minta. Keselamatan,  ilmu yang bermanfaat, harta yang barakah, ampunan dosa, atau karier.  Lewat doa, kita curhat kepada Allah SWT, mengadukan keterbatasan dan  kelemahan kita menghadapi hidup yang kian keras.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt; Jika begitu, berarti doa adalah tanda mereka yang putus asa? Boleh-boleh  saja Karl Marx berkata demikian. Toh, ia sendiri tak bisa mungkir kalau  hidup manusia penuh ketergantungan. Pada orang lain, alam semesta, dan  tentu saja pada Rabb-nya. Dengan tidak berdoa, berarti kita mengelabui  kelemahan diri. Berjalan mendongakkan kepala. Padahal kaki kita  terseok-seok. Allah SWT murka pada orang demikian,”Siapa yang tidak  berdoa kepada Allah, niscaya ia akan murka kepadanya.” (HR. At-tirmidzi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt; Dengan berdoa, berarti kita mengakui kelemahan diri di hadapan ilahi,  pemilik jagad semesta ini. Hanya manusia yang sadar bahwa ia makhluk  yang lemah yang mau memohon bantuan penciptanya. Mereka akan mudah  mengangkat tangan tinggi-tinggi kehadirat Allah, berdoa dengan wajah  memelas dan harap-harap cemas. Air mata mereka mengalir membasahi pipi  dan bercucuran ke bumi tanda pasrah pada keputusan Rabb mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt; Namun, kenyataannya tak banyak manusia seperti itu. Kebanyakan manusia  mengklaim bahwa kekuatannya tak terbatas, dan bahwa tak ada yang tak  mungkin bagi dirinya. Lalu, seperti Qarun-Qarun baru, mereka dengan  congkak berkata,”Aku memperoleh semua (harta benda) ini berkat ilmu  pengetahuanku sendiri.” Bergelimang dalam kemewahan dunia telah  membutakan mata hatinya. Hingga lupa pada Allah SWT.”Tidakkah ia tahu,  bahwa Allah telah membinasakan umat-umat sebelum mereka yang lebih kuat  dan lebih banyak mengumpulkan (harta)?” (QS. Al-qashash: 78). Dan Qarun  pun berakhir dengan tragis, ditelan bumi, lantaran Allah SWT. murka  padanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt; Maka, janganlah bosan berdoa. Selama apa yang kita minta dan tata cara  memintanya tidak menyalahi aturan-Nya. Insya Allah akan terkabul. Jika  belum, bersabarlah, mungkin belum saatnya. Dan, bila tidak sesuai dengan  keinginan, kita pun tak usah khawatir. Percayalah, Dia pasti  menyediakan alternatif lain yang terbaik buat kita. bukankah Allah SWT.  maha tahu apa yang dibutuhkan hamba-Nya? Lagi pula, doa adalah ibadah.  Karenanya, kita takkan merugi. Sekecil apapun permintaan kita pada Allah  SWT, akan diganjar pahala. Jadi, jangan pernah bosan untuk berdoa.  Wallahua’lam bi as-showab.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;(Islamuda.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/105167976758055476-4340317084918790888?l=dhftunri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhftunri.blogspot.com/feeds/4340317084918790888/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=105167976758055476&amp;postID=4340317084918790888&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/105167976758055476/posts/default/4340317084918790888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/105167976758055476/posts/default/4340317084918790888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhftunri.blogspot.com/2010/05/jangan-bosan-berdoa.html' title='Jangan Bosan Berdoa'/><author><name>Daarul Hijrah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04294237773360752621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_LZVxK_msxXY/SWIFJARti7I/AAAAAAAAADk/dkhlVmDrsQc/S220/DaaRuL+HijRaH.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-105167976758055476.post-1949720013046152035</id><published>2010-05-14T21:08:00.000-07:00</published><updated>2010-05-14T21:17:56.778-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Hidup Ini</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_LZVxK_msxXY/S-4gXmPJmWI/AAAAAAAAAEc/g8bcb4bOa74/s1600/555387079_08891f9793_o.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_LZVxK_msxXY/S-4gXmPJmWI/AAAAAAAAAEc/g8bcb4bOa74/s320/555387079_08891f9793_o.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471346187074902370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hidup di dunia ini hanya sekejap saja, jika dibandingkan dengan  kehidupan abadi di akhirat nanti. Ibarat perjalanan kita sekedar  singgah, sejenak istirahat..sedikit makan dan minum kemudian melanjutkan  perjalanan lagi, yang lebih panjang. Akan tetapi biarpun sejenak, waktu  istirahat ini sangat menentukan. Jika mendengkur terus, tertidur pulas,  bergelimang istirahat, terlalu banyak makan dan minum, sibuk melulu  maka kita akan ketinggalan kereta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendaraan yang kita tumpangi  hanya ada sekali, yaitu nyawa kita..jika yang sekali ini lewat, maka  tidak akan ada kendaraan lain. Sebab masing-masing hanya dijatah satu  kereta, Tidak ada kredit di bank nyawa..tidak ada donor nyawa..Bila  kematian menjemput, tidak ada lagi tawar menawar. Biarpun konglomerat  atau pejabat tidak ada yang kuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana sebaiknya kaum  muslimin menyikapi hal ini? Allah kembali mengingatkan :&lt;br /&gt;“Ketahuilah  kehidupan ini laksana permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan,  bermegah-megahan antara kamu, berbangga-banggaan tentang banyaknya harta  dan anak, seperti hujan yang tanamannya mengagumkan bagi petani.  Kemudian tanaman itu menjadi kering dan warnanya kuning dan hancur. Dan  di akherat nanti ada azab dan ampunan serta keridhoan Allah.Dan  kehidupan dunia ini tidak lain adalah kesenangan yang menipu.” [Al-Hadid  20]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jabir bin Abdullah berkata ‘pernah aku bersama  Rasulullah saw. Tiba-tiba datang laki-laki berwajah cerah, berambut  rapi, berpakaian serba putih,’ Laki tsb berkata: ‘Selamat bagimu wahai  Rasulullah, apakah arti dunia ini?’ Rasulullah menjawab: ‘Seperti impian  orang yang tidur. ‘Laki-laki tadi bertanya lagi: ‘Apakah surga itu?’  Rasulullah menjawab: ‘Sebagai ganti dunia bagi mereka yang mencarinya.  ‘Kembali laki-laki tadi bertanya, ‘Siapa sebaik-baik manusia?  ‘Rasulullah menjawab: ‘dia yang mau mentaati Allah.’ ‘Bagaimana sikap  yang baik di dunia ini?’Rasulullah menjawab: ‘Berkemas-kemaslah seperti  orang yang mengejar kafilah.’&lt;br /&gt;Terakhir laki-laki itu bertanya:  ‘Berapa jarak antara dunia dan akherat? ‘Rasulullah menjawab: ‘Sekejap  mata.’&lt;br /&gt;Kemudian pergilah laki-laki itu dan tidak kelihatan lagi.  Rasulullah bersabda: “Itulah Jibril, yang datang untuk menjauhkanmu dari  duniawi dan mencintai kehidupan ukhrawi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wahai saudaraku  betapa banyak sekrang ini kecintaan* yang bergelimang kepada kenikamtan*  duniwi,..&lt;br /&gt;coba kita intropeksi kepada diri kita apakah amalan* yang  sudah kita persiapakan untuk bekak akhir nanti ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ingat wahai  saudaraku dinia ini hanyalah hiyasan yang menipu..&lt;br /&gt;jgn terlena dengan  kenikmatan* itu,bekliLAh diri mu dengan ilmu agama.agar kalian tidak   tersesat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;soo tebarkan salam &amp;amp; jadikanlah hari ini lebih  baik dari hari kemarin.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/105167976758055476-1949720013046152035?l=dhftunri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhftunri.blogspot.com/feeds/1949720013046152035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=105167976758055476&amp;postID=1949720013046152035&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/105167976758055476/posts/default/1949720013046152035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/105167976758055476/posts/default/1949720013046152035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhftunri.blogspot.com/2010/05/hidup-ini.html' title='Hidup Ini'/><author><name>Daarul Hijrah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04294237773360752621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_LZVxK_msxXY/SWIFJARti7I/AAAAAAAAADk/dkhlVmDrsQc/S220/DaaRuL+HijRaH.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LZVxK_msxXY/S-4gXmPJmWI/AAAAAAAAAEc/g8bcb4bOa74/s72-c/555387079_08891f9793_o.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-105167976758055476.post-4271848830585602921</id><published>2010-05-14T19:53:00.000-07:00</published><updated>2010-05-14T20:02:15.054-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Manisnya Taubat</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bismillahirrahmanirrahim..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali hati bertanya, minda ligat berfikir, mengasak soalan  bertalu-talu pada diri, mengapa manusia susah nak buat baik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa segelintir manusia lebih suka memilih untuk buat jahat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang- kadang ingin saja ku temuramah mereka "terlibat dengan urusan  sebegitu", ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa jadi jahat? Tak takut Tuhan ke? Tak nak masuk syurga ke? Dah tak  sayang keluarga?kenapa, mengapa, dan untuk apa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, hati ini masih sedar, mereka juga manusia, juga punya naluri,  punya akal dan perasaan, juga punya nafsu, sama sepertiku..adalah tidak  wajar untuk menghukum mereka seratus peratus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang soalan- soalanku dijawab secara tidak langsung oleh  "mereka", terpapar di dada-dada akhbar, juga di majalah-majalah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab mereka,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div align="center"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;"bukan kami tak nak jadi baik, kami nak..kami nak  masuk syurga..tapi kami jahat..&lt;br /&gt;alang-alang dah buat jahat, biar sampai masuk neraka"&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div align="center"&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"keluarga pun dah tak nak terima kami.masyarakat mula  menyisihkan kami. kami hina di mata mereka.kami tak layak untuk berdiri  satu barisan bersama pak imam, tak layak nak bersalaman dengan pak  lebai"&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div align="center"&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"ayah dan mak dah tak nak tengok muka saya lagi.  mereka malu atas perbuatan saya. kekasih saya lari meninggalkan saya dan  anak yang saya kandungkan. mak tak nak mengaku saya ni anak dia. saya  dah tak suci, saya dah tak ada apa-apa.."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Itu antara jawapan-jwapan daripada "mereka"..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya banyak lagi kisah-kisah sebegini yang dipaparkan untuk  tatapan kita, untuk dijadikan teladan, bukannya ikutan..tapi, yang  menghairankan aku, semakin banyak kisah sebegini didedahkan kepada  masyarakat, maka masyarakat seharusnya sedar  dan menjadikannya sebagai  iktibar, memulakan langkah untuk  mendidik anak-anak kecil yang masih  bersih fitrahnya, memantapkan pendidikan bagi anak-anak yang sudah mulai  dewasa, dengan pelbagai pengisian agama, agar tidak mengikut jejak  langkah "mereka" itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, apa yang berlaku adalah sebaliknya. Bermula dari kes yang kita  anggap remeh-temeh sehinggalah kes yang membawa ke tali gantung,  semuanya seakan dipandang ringan oleh masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malah mereka seakan berlumba-lumba, untuk mencari publisiti murahan,  memenuhi dada-dada akhbar, gembira melihat wajahnya ditayangkan di kaca  televisyen, tersenyum megah kerana dia dikenali ramai, namanya menjadi  bualan di sana- sini, kerana terbait dengan kes RASUAH, BUNUH, ROGOL,  dan tak kurang juga yang sibuk memenuhi lebuh raya, merempit sana sini  tak tentu hala, kononnya hendak mati di JALAN YANG LURUS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum termasuk lagi kes-kes HARUAN MAKAN ANAK, pelajar SEKOLAH AGAMA  buang anak, tambah lagi dengan masalah politiknya, dan  bermacam- macam  jenis 'penyakit' lagi, yang kini sedang menular di kalangan masyarakat  kita, yang kelajuan penularannya  mengalahkan penularan virus H1N1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aduhai manusia, aduhai bangsaku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kalian memilih jalan sesempit ini. maka akan dijawab mereka,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div align="center"&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"kerana ini sudah ditakdirkan Allah"&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Aduhai, mengapa kalian sanggup menghukum diri sendiri, sedang Allah  telah berfirman bahawa tidak akan berubah nasib sesuatu kaum itu kecuali  dengan tangan mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa masih memilih untuk menjadi jahat sedang jalan untuk menjadi  baik itu adalah lebih senang daripada menjadi jahat!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa berputus asa dari  rahmat Allah, sedangkan ketika 1 pintu rahmat  Allah telah tertutup untuk kita, maka akan dibukakan untuk kita 99  pintu yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, begitu sekali sayang Allah pada kita. Begitu sekali baiknya  Allah pada kita, tapi mengapa kita jadikan Allah murka atas segala  perbuatan kita? dan kita berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div align="center"&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"aku dah jadi jahat, mana mungkin Allah akan menerima  aku sebagai hambaNya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Masya Allah, pernahkah kalian mendengarkan kisah tentang  seseorang yang kehilangan untanya di padang pasir? seseorang yang  berkenderaan di tengah-tengah padang pasir, kemudian haiwan yang  ditungganginya itu lari meninggalkannya, sedangkan di atas haiwan itu  terdapat bekalan makanan dan minumannnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berputus asa untuk menemui haiwan dan bekalannya. Lalu dia duduk  berteduh di bawah sebatang pohon dan berbaring, kerana dia benar-benar  berputus asa untuk menemui haiwan tunggangannya itu. Kemudian dia  tertidur.Sejurus dia bangun dari tidurnya, dia mencari lagi untanya itu  dengan berjalan kaki namun dia tidak menjumpainya. dia berjalan lagi,  namun gagal menjumpainya. Dia mencarinya untuk kali ketiga, namun        usahanya itu masih gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila dia kembali ke tempat tidurnya sebelum itu, tatkala dia duduk  termenung, tanpa diduganya, tiba-tiba unta tunggangannya yang hilang itu  muncul kembali, lengkap dengan bekalan yang dibawanya. Kemudian, dia  segera memegang tali tambatannya. Bayangkan kalau kita berada di tengah  padang pasir yang luas dan panas yang terik, hampir berputus asa untuk  mencari unta yang hilang, tetapi tiba-tiba unta itu muncul kembali di  hadapan kita. Mana mungkin kita tidak gembira, gembira yang bukan  kepalang..namun sahabatku, sesungguhnya, Allah s.w.t itu lebih jauh lagi  gembiranya dengan taubat seorang hamba berbanding dengan musafir yang  menemui untanya di padang pasir itu tadi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Wahai sahabatku sekalian, ayuh, &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;bersangka baiklah  dengan Allah.  Sebagaimana kita gembira bertemu dengan kekasih hati,  malah Allah lebih gembira daripada itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana kita menyayangi kekasih hati sepenuh jiwa, namun sayangnya  Allah lebih daripada itu, betapa luasnya nikmat pemberian Allah, tapi  sayang hanya kita sahaja yang tidak tahu untuk menghargai pemberiannnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banggalah menjadi hamba Allah, tanamkanlah rasa cinta pada Allah dalam  diri kita, kerana cinta Allah pada hambaNya sangat tidak ternilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi cinta Allah pada hambaNya, Allah telah berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;div align="center"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;" dan Dialah Tuhan yang menerima taubat daripada  hamba-hambaNya yang bertaubat, serta memaafkan kejahatan-kejahatan yang  telah mereka lakukan dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan", surah  an-nisa (4:16).&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, Allah telah membukakan pintu rahmatNya di siang hari untuk  menerima taubat hamba-hambaNya di waktu siang, dan membukakan pintu  rahmat pada malam hari hari, untuk menerima taubat hamba-hambaNya pada  malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, melihat keadaan kita pada hari ini, yang masih lagi dengan ego dan  sombong yang menebal pada diri..cita-cita tinggi dijulang, mengimpi  syurga Allah, namun tanpa sedar, amalan- amalan yang kita lakukan itu  semakin membuatkan kita  jauh dari syurgaNya, jauh dari rahmatNya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amatlah rugi bagi mereka yang telah diberi peringatan, tapi masih  bermegah-megah dengan diri sendri, tanpa sedar apa yang kita miliki ini  semuanya adalah milik Allah. Alangkah sedihnya Allah, seakan tiada siapa  lagi yang memerlukanNya, seakan tiada siapa yang mahukan taubatnya  diterima, seakan tiada siapa yang mahu dosanya diampunkan, dan..seakan  tiada siapa yang berlumba-lumba untuk meraih cintaNya Yang Maha  Pengasih, lagi Pemurah itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/105167976758055476-4271848830585602921?l=dhftunri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhftunri.blogspot.com/feeds/4271848830585602921/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=105167976758055476&amp;postID=4271848830585602921&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/105167976758055476/posts/default/4271848830585602921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/105167976758055476/posts/default/4271848830585602921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhftunri.blogspot.com/2010/05/manisnya-taubat.html' title='Manisnya Taubat'/><author><name>Daarul Hijrah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04294237773360752621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_LZVxK_msxXY/SWIFJARti7I/AAAAAAAAADk/dkhlVmDrsQc/S220/DaaRuL+HijRaH.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-105167976758055476.post-2916971023305017702</id><published>2009-01-05T05:18:00.000-08:00</published><updated>2009-01-05T05:25:01.383-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Antara Sabar dan Mengeluh</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia; color: rgb(51, 255, 255);"&gt;Pada zaman dahulu ada seorang yang bernama Abul Hassan yang pergi haji di Baitul Haram. Diwaktu tawaf tiba-tiba ia melihat seorang wanita yang bersinar dan berseri wajahnya.&lt;br /&gt;"Demi Allah, belum pernah aku melihat wajah secantik dan secerah wanita itu,tidak lain kerana itu pasti kerana tidak pernah risau dan bersedih hati."&lt;br /&gt;Tiba-tiba wanita itu mendengar ucapan Abul Hassan lalu ia bertanya, "Apakah katamu hai saudaraku ? Demi Allah aku tetap terbelenggu oleh perasaan dukacita dan luka hati kerana risau, dan seorang pun yang menyekutuinya aku dalam hal ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hassan bertanya, "Bagaimana hal yang merisaukanmu ?" &lt;br /&gt;Wanita itu menjawab, "Pada suatu hari ketika suamiku sedang menyembelih kambing korban, dan pada aku mempunyai dua orang anak yang sudah boleh bermain dan yang satu masih menyusu, dan ketika aku bangun untuk membuat makanan, tiba-tiba anakku yang agak besar berkata pada adiknya, "Hai adikku, sukakah aku tunjukkan padamu bagaimana ayah menyembelih kambing ?"&lt;br /&gt;Jawab adiknya, "Baiklah kalau begitu ?" &lt;br /&gt;Lalu disuruh adiknya baring dan disembelihkannya leher adiknya itu. Kemudian dia merasa ketakutan setelah melihat darah memancut keluar dan lari ke bukit yang mana di sana ia dimakan oleh serigala, lalu ayahnya pergi mencari anaknya itu sehingga mati kehausan dan ketika aku letakkan bayiku untuk keluar mencari suamiku, tiba-tiba bayiku merangkak menuju ke periuk yang berisi air panas, ditariknya periuk tersebut dan tumpahlah air panas terkena ke badannya habis melecur kulit badannya. Berita ini terdengar kepada anakku yang telah berkahwin dan tinggal di daerah lain, maka ia jatuh pengsan hingga sampai menuju ajalnya. Dan kini aku tinggal sebatang kara di antara mereka semua."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Abul Hassan bertanya, "Bagaimanakah kesabaranmu menghadapi semua musibah yang sangat hebat itu ?" &lt;br /&gt;Wanita itu menjawab, "Tiada seorang pun yang dapat membedakan antara sabar dengan mengeluh melainkan ia menemukan di antara keduanya ada jalan yang berbeda. Adapun sabar dengan memperbaiki yang lahir, maka hal itu baik dan terpuji akibatnya. Dan adapun mengeluh, maka orangnya tidak mendapat ganti yakni sia-sia belaka."&lt;br /&gt;Demikianlah cerita di atas, satu cerita yang dapat dijadikan tauladan di mana kesabaran sangat digalakkan oleh agama dan harus dimiliki oleh setiap orang yang mengaku beriman kepada Allah dalam setiap terkena musibah dan dugaan dari Allah. Kerana itu Rasulullah s.a.w bersabda dalam firman Allah dalam sebuah hadith Qudsi,:&lt;br /&gt;" Tidak ada balasan bagi hamba-Ku yang Mukmin, jika Aku ambil keksaihnya dari ahli dunia kemudian ia sabar, melainkan syurga baginya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga mengeluh. Perbuatan ini sangat dikutuk oleh agama dan hukumnya haram. Kerana itu Rasulullah s.a.w bersabda,:&lt;br /&gt;" Tiga macam daripada tanda kekafiran terhadap Allah, merobek baju, mengeluh dan menghina nasab orang." &lt;br /&gt;Dan sabdanya pula, " Mengeluh itu termasuk kebiasaan Jahiliyyah, dan orang yang mengeluh, jika ia mati sebelum taubat, maka Allah akan memotongnya bagi pakaian dari wap api neraka." (Riwayat oleh Imam Majah)&lt;br /&gt;Semoga kita dijadikan sebagai hamba Tuhan yang sabar dalam menghadapi segala musibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/105167976758055476-2916971023305017702?l=dhftunri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhftunri.blogspot.com/feeds/2916971023305017702/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=105167976758055476&amp;postID=2916971023305017702&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/105167976758055476/posts/default/2916971023305017702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/105167976758055476/posts/default/2916971023305017702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhftunri.blogspot.com/2009/01/antara-sabar-dan-mengeluh.html' title='Antara Sabar dan Mengeluh'/><author><name>Daarul Hijrah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04294237773360752621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_LZVxK_msxXY/SWIFJARti7I/AAAAAAAAADk/dkhlVmDrsQc/S220/DaaRuL+HijRaH.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-105167976758055476.post-4762425741937982683</id><published>2008-04-20T08:20:00.000-07:00</published><updated>2008-04-20T08:24:37.402-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Shiroh'/><title type='text'>Aku Pilih Allah</title><content type='html'>&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;em&gt;Wahai ayahanda, kalau bukan karena surga, tentu aku akan lebih mendahulukanmu (Sa’ad bin Khaitsumah)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Kata-kata itu terlontar dari seorang anak kepada ayahnya. Ungkapan itu bukanlah bentuk ketidaksopanan anak terhadap orang tuanya. Itulah ungkapan keimanan akan sebuah keyakinan terhadap sebuah pilihan yang besar di sisi Allah.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Kemenangan besar selalu didahului oleh kemenangan-kemenangan kecil. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Dalam sejarah kemenangan kaum muslimin di medan pertempuran, terdapat pernik-pernik kisah kemenangan yang dialami masing-masing individunya. Kemenangan mengatasi hawa nafsu, ketakutan, kegamangan, kemenangan menghadapi tekanan dan teror keluarga dan masyarakat, kemenangan dari sisi moral, dan kemenangan menata hati menjadikan niat perjuangannya hanya untuk mendapat karunia Allah. Bahkan kemenangan-kemenangan kecil itu menjadi prasyarat bagi turunnya kemenangan besar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kemenangan kaum Muslimin dalam perang Badar, misalnya. Didahului oleh kemenangan individunya dalam mengatasi diri dan hawa nafsunya sendiri. Adanya tanafus (kompetisi) dalam mengejar kemenangan akhirat. Hingga Allah, melalui para malaikat-Nya, terlibat langsung dalam pertempuran besar itu. Dan tentu malaikat tidak akan turun kalau mereka (para sahabat) tidak layak mendapatkan pertolongan itu. Sesungguhnya kemenangan kecil inilah inti kemenangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ada yang tercecer dari kisah sukses perang Badar. Di sebuah rumah di Madinah terdapat dialog indah antara Khaitsumah bin Al-Harits dengan anaknya, Sa’ad. Bertemakan tentang tantangan yang dihadapi Islam yang berasal dari orang-orang jahiliyah dan Yahudi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tiba-tiba Khaitsumah menghentikan dialognya dan memasang kedua telinganya untuk memperhatikan sayup-sayup suara dari kejauhan. Sia-sia, kedua telinga rentanya tidak sanggup menangkap suara itu. Serta-merta ia pun meminta putranya untuk mengendus berita dari suara sayup itu. Untuk kemudian menyampaikannya kepada sang Bapak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sa’ad segera berhambur keluar merespon permintaan bapaknya. Dan tidak lama setelah itu ia kembali dengan wajah berseri-seri menuju tempat penyimpanan senjatanya. Pedangnya segera dikalungkan ke pundaknya dan bersiap-siap keluar. Khaitsumah terbengong-bengong menyaksikan ulah anaknya yang diperintahkan untuk mencari berita itu. Ternyata Sa’ad lupa menyampaikan berita kepada ayahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Khaitsumah bangkit dari duduknya dan menghadang jalan anaknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Anakku, aku yang memerintahkanmu untuk mencari berita. Eh, tiba-tiba kamu sekarang mengenakan senjata dan hendak pergi tanpa menyampaikan kepadaku tentang apa sesungguhnya yang terjadi.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Dengan merasa bersalah terhadap sikapnya Sa’ad berkata, “Maaf ayah, seruan Rasulullah membuatku sibuk sendiri dan melupakanmu. Beliau menyerukan kepada kita untuk berangkat perang. Aku pun segera menyambut seruan beliau, ayahanda.”&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Khaitsumah terdiam sejenak lalu berkata, “Sebentar, anakku. Apakah menurutmu, kamu lebih layak untuk berangkat bersama Rasulullah daripada diriku? Aku, demi Allah, sangat berhasrat untuk berangkat bersama beliau ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;medan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; tempur. Di samping itu, di rumah ini harus ada orang laki-laki yang menjaga para wanita, ibu dan saudari-saudarimu. Kamulah yang menjaga mereka, Sa’ad. Dan biarlah aku yang berangkat bersama Rasulullah.”&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“Tidak ayah. Tidak ada yang bisa membuatku duduk-duduk di sini tanpa terlibat dalam pertempuran bersama Rasulullah. Kalau ayah ingin keluar, berangkat saja. Ada Allah yang menjaga wanita-wanita di rumah ini.”&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Sang Ayah yang tua renta itu pun terus meminta kepada anaknya, “Anakku, aku ini sudah tua. Sementara kamu masih banyak memiliki kesempatan untuk berangkat bersama Rasulullah. Perang kali ini kiranya bukan perang terakhir bersama Rasulullah. Utamakan aku dulu yang pergi, Sa’ad. Dan kamu yang menjaga para wanita kita.”&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Sa’ad diam sejenak lalu ia berkata kepada ayahnya, “Ayahanda. Tidak ada keinginanku di dunia ini kecuali aku selalu mengutamakan engkau. Kali ini tidak, ayahanda. Ini masalah surga. Demi Allah, kalau bukan surga, tentu aku lebih mengutamakan engkau.”&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Dialog pun berlangsung tanpa ada ujung pangkal. Panah-panah argumentasi saling dilepaskan untuk mengalahkan yang lain. Namun semuanya berseliweran tanpa menemui sasarannya. Lalu pada akhirnya anak panah Sa’ad yang berhasil mengenai sasarannya dan Khaitsumah yang mengalah. Sa’ad memeluk ayahnya dan mengucapkan selamat tinggal kepada keluarganya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Setelah itu hari-hari berlalu hampa tanpa kehadiran Sa’ad di rumah Khaitsumah. Orang tua itu tak henti-hentinya berdoa untuk putranya agar dikaruniai syahadah atau kemenangan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Beberapa hari kemudian berita tentang kecamuk perang Badar tersebar di mana-mana; kemenangan yang dicapai, harta rampasan perang, dan orang-orang yang gugur sebagai syuhada. Di antaranya berita tentang gugurnya Sa’ad putra Khaitsumah.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“Inna lillahi wa inna ilahai raji’un. Kamu membenarkan Allah, hai Sa’ad, maka Allah pun membenarkanmu. Aku berharap kiranya kamu mendapatkan surga.”&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Kejujuran iman kepada Allah yang melahirkan pembenaran terhadap semua janji-Nya. Tidak ada keraguan. Tidak hendak menunda mendapatkan janji itu. Tidak boleh ada yang menghalangi mendapatkan janji itu. Meskipun ayah sendiri yang selama ini ia telah banyak mengalah dalam urusan dunia, sebagai bakti seorang anak kepada orang tuanya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“Demi Allah, kalau bukan surga, tentu aku lebih mengutamakan engkau.”&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Kejujuran iman melahirkan rasa rindu yang membuncah begitu kuat terhadap surga. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Ia menjadi energi besar yang dengannya seseorang dapat mengatasi segala rintangan, sebesar apapun dan sedekat apapun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Betapa perlunya kita menata hati dan menghadapkannya kepada Allah semata. Saat kita beramal, berkata, bahkan diam. Janji-janji Allah selalu terngiang di balik setiap amal hingga memacu laju dan menguatkan tekad. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Karena seorang mukmin selalu menjadikan kalkulasi ukhrawi sebagai motivasi amalnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;As-Shidqu ma’a Allah (jujur kepada Allah) senantiasa kita butuhkan dalam menghadapi berbagai kondisi. Sifat ini yang membuat seorang mukmin senantiasa komitmen terhadap janjinya kepada Allah. Di waktu mudah dan lapang ia tidak terlena dengan berbagai kemudahan itu dan meninggalkan jiddiyah dalam amal. Di waktu sempit dan susah, konflik dan fitnah, ia juga tetap tegar di jalan Allah setia dengan komitmennya untuk memberikan loyalitasnya kepada Allah, Rasul, dan orang-orang beriman. &lt;/span&gt;Wallahu A’lam&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/105167976758055476-4762425741937982683?l=dhftunri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhftunri.blogspot.com/feeds/4762425741937982683/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=105167976758055476&amp;postID=4762425741937982683&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/105167976758055476/posts/default/4762425741937982683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/105167976758055476/posts/default/4762425741937982683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhftunri.blogspot.com/2008/04/aku-pilih-allah.html' title='Aku Pilih Allah'/><author><name>Daarul Hijrah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04294237773360752621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_LZVxK_msxXY/SWIFJARti7I/AAAAAAAAADk/dkhlVmDrsQc/S220/DaaRuL+HijRaH.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-105167976758055476.post-9076955195127714695</id><published>2008-02-27T19:31:00.000-08:00</published><updated>2008-02-27T19:33:59.444-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian'/><title type='text'>Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;MAULID Nabi Muhammad SAW adalah hari lahir Nabi Muhammad SAW yg dalam tahun Hijriyah jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal. Masyarakat Muslim menyambut maulid nabi dengan mengadakan perayaan keagamaan seperti pembacaan syair barzanji dan pengajian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Secara subtansi peringatan merupakan ekspresi kegembiraan dan penghormatan tertinggi kepada Rasulullah Muhammad SAW dan merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; Salah satu kegiatan yang diadakan oleh Sultan Salahuddin pada peringatan Maulid Nabi yang pertama kali tahun 1184 (580 H) adalah menyelenggarakan sayembara penulisan riwayat Nabi beserta puji-pujian bagi Nabi dengan bahasa yang seindah mungkin. Seluruh ulama dan sastrawan diundang untuk mengikuti kompetisi tersebut. Pemenang yang menjadi juara pertama adalah Syaikh Ja`far Al-Barzanji. Karyanya yang dikenal sebagai Kitab Barzanji sampai sekarang sering dibaca masyarakat di kampung-kampung pada peringatan Maulid Nabi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; Barzanji bertutur tentang kehidupan Muhammad, mencakup silsilah keturunannya, masa kanak-kanak, remaja, pemuda, hingga diangkat menjadi rasul. Karya itu juga mengisahkan sifat-sifat mulia yang dimiliki Nabi Muhammad, serta berbagai peristiwa untuk dijadikan teladan umat manusia. Nama Barzanji diambil dari nama pengarang naskah tersebut yakni Syekh Ja'far al-Barzanji bin Husin bin Abdul Karim. Dia lahir di Madinah tahun 1690 dan meninggal tahun 1766. Barzanji berasal dari nama sebuah tempat di &lt;st1:place st="on"&gt;Kurdistan&lt;/st1:place&gt;, Barzinj. Karya tulis tersebut sebenarnya berjudul 'Iqd Al-Jawahir (artinya kalung permata) yang disusun untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Tapi kemudian lebih terkenal dengan nama penulisnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; Ternyata peringatan Maulid Nabi yang diselenggarakan Sultan Salahuddin itu membuahkan hasil yang positif. Semangat umat Islam menghadapi Perang Salib bergelora kembali. Salahuddin berhasil menghimpun kekuatan, sehingga pada tahun 1187 (583 H) Yerusalem direbut oleh Salahuddin dari tangan bangsa Eropa, dan Masjidil Aqsa menjadi masjid kembali, sampai hari ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/105167976758055476-9076955195127714695?l=dhftunri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhftunri.blogspot.com/feeds/9076955195127714695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=105167976758055476&amp;postID=9076955195127714695&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/105167976758055476/posts/default/9076955195127714695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/105167976758055476/posts/default/9076955195127714695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhftunri.blogspot.com/2008/02/peringatan-maulid-nabi-muhammad-saw.html' title='Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW'/><author><name>Daarul Hijrah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04294237773360752621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_LZVxK_msxXY/SWIFJARti7I/AAAAAAAAADk/dkhlVmDrsQc/S220/DaaRuL+HijRaH.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-105167976758055476.post-8052116831917358032</id><published>2008-02-26T04:20:00.000-08:00</published><updated>2008-02-26T04:24:58.581-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian'/><title type='text'>Jihad adalah Jalan Kami</title><content type='html'>&lt;p style="color: rgb(255, 153, 255); text-align: justify;"&gt;Hidup ini adalah perjuangan dan perjuanganlah yang membuat kita hidup. Jihad fi sabilillah merupakan puncak ajaran Islam. Sehingga umat Islam yang melaksanakannya akan mendapatkan kemuliaan dan kejayaan di dunia dan surga Allah di akhirat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 255); text-align: justify;"&gt;Sebaliknya mereka yang meninggalkan jihad dan tidak terbersit sedikitpun dalam hatinya untuk berjihad akan hina dan menderita di dunia serta mendapatkan siksa Allah di neraka. Jihad adalah satu-satunya jalan bagi umat Islam untuk meraih kejayaan Islam, merdeka dari penjajahan dan meraih kembali tanah yang hilang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 255); text-align: justify;"&gt;Ketika umat Islam lalai terhadap kewajiban, maka Allah akan menghinakan mereka. Rasulullah saw. bersabda,” Jika kalian telah berdagang dengan ‘Inah (sistem riba’), mengikuti ekor-ekor sapi (sibuk beternak), rela bercocok tanam dan meninggalkan jihad, pasti Allah akan menimpakan kehinaan atas kalian. Allah tidak akan mencabut kehinaan itu hingga kalian kembali ke ajaran agama kalian.” (HR Ahmad, Abu Dawud dan al-Baihaqi).&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 255); text-align: justify;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 255); text-align: justify;"&gt;Imam Syahid Hasan al-Banna berkata: Sesungguhnya umat yang mengetahui bagaimana cara membuat kematian, dan mengetahui bagaimana cara meraih kematian yang mulia, Allah pasti memberikan kepada mereka kehidupan mulia di dunia dan keni’matan yang kekal di akhirat. Wahn (kelemahan) yang menghinakan kita tidak lain karena penyakit cinta dunia dan takut mati. Maka persiapkanlah jiwa kalian untuk amal yang besar, dan semangatlah menjemput kematian niscaya diberi kehidupan. Ketahuilah bahwa kematian adalah kepastian dan tidak datang kecuali satu kali. Jika engkau menjadikannya di jalan Allah, maka hal itu merupakan keuntungan dunia dan ganjaran akhirat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 255); text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Definisi Jihad&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 255); text-align: justify;"&gt;Jihad secara bahasa berarti mengerahkan dan mencurahkan segala kemampuannya baik berupa perkataan maupun perbuatan. Dan secara istilah syari’ah berarti seorang muslim mengerahkan dan mencurahkan segala kemampuannya untuk memperjuangkan dan meneggakan Islam demi mencapai ridha Allah SWT. Oleh karena itu kata-kata jihad selalu diiringi dengan fi sabilillah untuk menunjukkan bahwa jihad yang dilakukan umat Islam harus sesuai dengan ajaran Islam agar mendapat keridhaan Allah SWT.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 255); text-align: justify;"&gt;Imam Syahid Hasan Al-Banna berkata, “Yang saya maksud dengan jihad adalah; suatu kewajiban sampai hari kiamat dan apa yang dikandung dari sabda Rasulullah saw.,” Siapa yang mati, sedangkan ia tidak berjuang atau belum berniat berjuang, maka ia mati dalam keadaan jahiliyah”.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 255); text-align: justify;"&gt;Adapun urutan yang paling bawah dari jihad adalah ingkar hati, dan yang paling tinggi perang mengangkat senjata di jalan Allah. Di antara itu ada jihad lisan, pena, tangan dan berkata benar di hadapan penguasa tiran.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 255); text-align: justify;"&gt;Dakwah tidak akan hidup kecuali dengan jihad, seberapa tinggi kedudukan dakwah dan cakupannya yang luas, maka jihad merupakan jalan satu-satunya yang mengiringinya. Firman Allah,” Berjihadlah di jalan Allah dengan sebenar-benarnya jihad” (QS Al-Hajj 78).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 255); text-align: justify;"&gt;Dengan demikian anda sebagai aktifis dakwah tahu akan hakikat doktrin ‘ Jihad adalah Jalan Kami’&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 255); text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Tujuan Jihad&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 255); text-align: justify;"&gt;Jihad fi sabilillah disyari’atkan Allah SWT bertujuan agar syari’at Allah tegak di muka bumi dan dilaksanakan oleh manusia. Sehingga manusia mendapat rahmat dari ajaran Islam dan terbebas dari fitnah. Jihad fi sabilillah bukanlah tindakan balas dendam dan menzhalimi kaum yang lemah, tetapi sebaliknya untuk melindungi kaum yang lemah dan tertindas di muka bumi. Jihad juga bertujuan tidak semata-mata membunuh orang kafir dan melakukan teror terhadap mereka, karena Islam menghormati hak hidup setiap manusia. Tetapi jihad disyariatkan dalam Islam untuk menghentikan kezhaliman dan fitnah yang mengganggu kehidupan manusia. (QS an-Nisaa’ 74-76).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 255); text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Macam-Macam Jihad&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 255); text-align: justify;"&gt;Jihad fi Sabilillah untuk menegakkan ajaran Islam ada beberapa macam, yaitu:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="color: rgb(255, 153, 255); text-align: justify;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Jihad dengan lisan, yaitu      menyampaikan, mengajarkan dan menda’wahkan ajaran Islam kepada manusia      serta menjawab tuduhan sesat yang diarahkan pada Islam. Termasuk dalam      jihad dengan lisan adalah, tabligh, ta’lim, da’wah, amar ma’ruf nahi      mungkar dan aktifitas politik yang bertujuan menegakkan kalimat Allah.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Jihad dengan harta, yaitu      menginfakkan harta kekayaan di jalan Allah khususnya bagi perjuangan dan      peperangan untuk menegakkan kalimat Allah serta menyiapkan keluarga      mujahid yang ditinggal berjihad.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Jihad dengan jiwa, yaitu      memerangi orang kafir yang memerangi Islam dan umat Islam. Jihad ini biasa      disebut dengan qital (berperang di jalan Allah). Dan ungkapan jihad yang      dominan disebutkan dalam al-Qur’an dan Sunnah berarti berperang di jalan      Allah.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 255); text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Keutamaan Jihad dan Mati Syahid&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 255); text-align: justify;"&gt;Beberapa ayat Alquran memberikan keutamaan tentang berjihad. Di antaranya, (QS an-Nisaa’ 95-96)(QS as-Shaff 10-13).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 255); text-align: justify;"&gt;Rasulullah SAW bersabda: Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah SAW ditanya: ”Amal apakah yang paling utama?” Rasul SAW menjawab: ”Beriman kepada Allah”, sahabat berkata:”Lalu apa?” Rasul SAW menjawab: “Jihad fi Sabilillah”, lalu apa?”, Rasul SAW menjawab: Haji mabrur”. (Muttafaqun ‘alaihi)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 255); text-align: justify;"&gt;Dari Anas ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda: ”Pagi-pagi atau sore-sore keluar berjihad di jalan Allah lebih baik dari dunia seisinya.” (Muttafaqun ‘alaihi)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 255); text-align: justify;"&gt;Dari Anas ra bahwa nabi SAW bersabda: ”Tidak ada satupun orang yang sudah masuk surga ingin kembali ke dunia dan segala sesuatu yang ada di dunia kecuali orang yang mati syahid, ia ingin kembali ke dunia, kemudian terbunuh 10 kali karena melihat keutamaan syuhada.” (Muttafaqun ‘alaihi)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 255); text-align: justify;"&gt;”Bagi orang yang mati syahid disisi Allah mendapat tujuh kebaikan: 1. Diampuni dosanya dari mulai tetesan darah pertama. 2. Mengetahui tempatnya di surga. 3. Dihiasi dengan perhiasan keimanan. 4. Dinikahkan dengan 72 istri dari bidadari. 5. Dijauhkan dari siksa kubur dan dibebaskan dari ketakutan di hari Kiamat. 6. Diletakkan pada kepalanya mahkota kewibawaan dari Yakut yang lebih baik dari dunia seisinya. 7. Berhak memberi syafaat 70 kerabatnya.” (HR at-Tirmidzi)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 255); text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Hukum Jihad Fi Sabilillah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 255); text-align: justify;"&gt;Hukum Jihad fi sabilillah secara umum adalah Fardhu Kifayah, jika sebagian umat telah melaksanakannya dengan baik dan sempurna maka sebagian yang lain terbebas dari kewajiban tersebut. Allah SWT berfirman:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 255); text-align: justify;"&gt;“Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mu’min itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya” (QS at-Taubah 122).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 255); text-align: justify;"&gt;Jihad berubah menjadi Fardhu ‘Ain jika:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 255); text-align: justify;"&gt;1. Muslim yang telah mukallaf sudah memasuki medan perang, maka baginya fardhu ‘ain berjihad dan tidak boleh lari.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 255); text-align: justify;"&gt;”Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur). Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya.” (QS al-Anfal 15-16).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 255); text-align: justify;"&gt;2. Musuh sudah datang ke wilayahnya, maka jihad menjadi fardhu ‘ain bagi seluruh penduduk di daerah atau wilayah tersebut .&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 255); text-align: justify;"&gt;”Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS at-Taubah 123)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 255); text-align: justify;"&gt;3. Jika pemimpin memerintahkan muslim yang mukallaf untuk berperang, maka baginya merupakan fardhu ‘ain untuk berperang. Rasulullah SAW bersabda:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 255); text-align: justify;"&gt;”Tidak ada hijrah setelah futuh Mekkah, tetapi yang ada adalah jihad dan niat. Dan jika kamu diperintahkan untuk keluar berjihad maka keluarlah (berjihad).” (HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kata-Kata Jihad&lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 255); text-align: justify;"&gt;Khubaib bin Adi ra. berkata ketika disiksa oleh musuhnya, “Aku tidak peduli, asalkan aku terbunuh dalam keadaan Islam. Dimana saja aku dibunuh, aku akan kembali kepada Allah. Kuserahkan kepada Allah kapan saja Ia berkehendak. Setiap potongan tubuhku akan diberkatinya”.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 255); text-align: justify;"&gt;Al-Khansa ra. berpesan kepada 4 anaknya mengantarkan mereka untuk jihad, “Wahai anak-anakku ! Kalian tidak pernah berkhianat pada ayah kalian. Demi Allah, kalian berasal dari satu keturunan. Kalianlah orang yang ada dalam hatiku. Jika kalian menuju ke medan perang, jadilah kalian pahlawan. Berperanglah ! Jangan kembali. Aku membesarkan kalian untuk hari ini”.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 255); text-align: justify;"&gt;Abdullah bin Mubarak berkata pada saudaranya Fudail bin Iyadh yang sedang asyik ibadah di tahan suci,” Wahai ahli ibadah di dua tahan Haram, jika engkau melihat kami, niscaya engkau akan tahu bahwa engkau hanya bermain-main dalam ibadah. Barangsiapa membasahi pipinya dengan air mata. Maka, leher kami basah dengan darah”.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 255); text-align: justify;"&gt;Demikianlah jihad adalah satu-satunya jalan menuju kemiliaan di dunia dan di akhirat. Ampunan Allah, surga Adn, Pertolongan dan Kemenangan. Wallahu a’lam bishawaab.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 255); text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/105167976758055476-8052116831917358032?l=dhftunri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhftunri.blogspot.com/feeds/8052116831917358032/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=105167976758055476&amp;postID=8052116831917358032&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/105167976758055476/posts/default/8052116831917358032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/105167976758055476/posts/default/8052116831917358032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhftunri.blogspot.com/2008/02/jihad-adalah-jalan-kami.html' title='Jihad adalah Jalan Kami'/><author><name>Daarul Hijrah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04294237773360752621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_LZVxK_msxXY/SWIFJARti7I/AAAAAAAAADk/dkhlVmDrsQc/S220/DaaRuL+HijRaH.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-105167976758055476.post-2475350338556128383</id><published>2008-02-18T23:22:00.001-08:00</published><updated>2008-02-19T00:48:20.505-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gallery'/><title type='text'>Muharram Fair 1429 H</title><content type='html'>Dalam rangka memeriahkan tahun baru muharram 1429 H UKMI Daarul Hijrah Fakultas Teknik Universitas Riau mengadakan &lt;span style="font-family:arial;"&gt;festival Riau Nasyid Haroki Award 2 di Halaman Mona Plaza Hotel, Panam Pekanbaru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_LZVxK_msxXY/R7qENIo8SXI/AAAAAAAAABA/OjOIGt1jNDM/s1600-h/S6300104.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_LZVxK_msxXY/R7qENIo8SXI/AAAAAAAAABA/OjOIGt1jNDM/s320/S6300104.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168588883553438066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juri festival Riau Nasyid Haroki &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;ward&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; 2, masing-masi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;ng dari kiri ke kanan Imam  Zamroni  (personel  tim nasyid  Nada Sela), Ari Fauzi (Anggota Asosiasi Nasyid Nasional), Safri Maltos ( Staf Pengajar Sekolah Al-Azhar  pekanbaru).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_LZVxK_msxXY/R7qHc4o8SYI/AAAAAAAAABI/ir8CRLnEwI4/s1600-h/S6300109.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_LZVxK_msxXY/R7qHc4o8SYI/AAAAAAAAABI/ir8CRLnEwI4/s320/S6300109.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168592452671261058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim Nasyid Laksmana  sebagai bintang tamu dari acara ini, eh sekedar bocoran mereka ini juara festival nasyid Nasional lho...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_LZVxK_msxXY/R7qI84o8SZI/AAAAAAAAABQ/Q543YA6oNxM/s1600-h/S6300181.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_LZVxK_msxXY/R7qI84o8SZI/AAAAAAAAABQ/Q543YA6oNxM/s320/S6300181.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168594101938702738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah yang satu ini tim dari tuan rumah FAVO (Fathamorfosis Voice) keren kan !!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_LZVxK_msxXY/R7qJPIo8SaI/AAAAAAAAABY/ACdDZ-jMGY4/s1600-h/S6300216.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_LZVxK_msxXY/R7qJPIo8SaI/AAAAAAAAABY/ACdDZ-jMGY4/s320/S6300216.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168594415471315362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Team yang satu ini kompak banget... mulai dari rompi merahnya sampe koreonya pokoknya siip deh mereka ini juara III plus best performance lho , juara tiga aja segitu bagus gimana juara 1 ma 2 nya ya!!!!  mereka ini dari ROHUL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_LZVxK_msxXY/R7qLJYo8SeI/AAAAAAAAAB4/XQUxN-XTEDM/s1600-h/S6300356.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_LZVxK_msxXY/R7qLJYo8SeI/AAAAAAAAAB4/XQUxN-XTEDM/s320/S6300356.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168596515710323170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah ini juara I nya pasti udah kebayang gimana penampilan mereka....tau gak  mereka juga dapat nominasi best vocal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_LZVxK_msxXY/R7qJfoo8SbI/AAAAAAAAABg/T-1GO53A86s/s1600-h/S6300293.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_LZVxK_msxXY/R7qJfoo8SbI/AAAAAAAAABg/T-1GO53A86s/s320/S6300293.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168594698939156914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini mau shalat atau mau tampil ya... tapi kok pegang mic,..gak usah bingung tau gak walaupun pakai kain sarung tapi mereka ini juara 2 , gak nyangka kan makanya ikuti acaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_LZVxK_msxXY/R7qKA4o8ScI/AAAAAAAAABo/Rre-0RqR0IY/s1600-h/S6300295.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_LZVxK_msxXY/R7qKA4o8ScI/AAAAAAAAABo/Rre-0RqR0IY/s320/S6300295.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168595270169807298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;klo yang ini team nasyid dari SMAN I Ujung Batu,..walaupun gak dapet juara mereka tetap semangat. siapa dulu!!! Anak Rohis Dilawan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_LZVxK_msxXY/R7qKc4o8SdI/AAAAAAAAABw/IgpvoJ0pFfU/s1600-h/S6300298.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_LZVxK_msxXY/R7qKc4o8SdI/AAAAAAAAABw/IgpvoJ0pFfU/s320/S6300298.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168595751206144466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mau tau tentang yang satu ini...makanya lihat acaranya,,jangan dirumah melulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_LZVxK_msxXY/R7qLeoo8SfI/AAAAAAAAACA/8KesF-vhozU/s1600-h/S6300299.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_LZVxK_msxXY/R7qLeoo8SfI/AAAAAAAAACA/8KesF-vhozU/s320/S6300299.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168596880782543346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apalagi ya komentarnya,. pokoknya top deh...&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_LZVxK_msxXY/R7qL44o8SgI/AAAAAAAAACI/TUHjfVozaqU/s1600-h/S6300301.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_LZVxK_msxXY/R7qL44o8SgI/AAAAAAAAACI/TUHjfVozaqU/s320/S6300301.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168597331754109442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kompak ni ye....biarpun  gak menang tapi kekompakan number one.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_LZVxK_msxXY/R7qMQoo8ShI/AAAAAAAAACQ/iCVfewnkFlk/s1600-h/S6300309.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_LZVxK_msxXY/R7qMQoo8ShI/AAAAAAAAACQ/iCVfewnkFlk/s320/S6300309.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168597739776002578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kapan lagi mumpung ada kamera, foto dulu lah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_LZVxK_msxXY/R7qMmIo8SiI/AAAAAAAAACY/k0SD6BIAN84/s1600-h/S6300382.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_LZVxK_msxXY/R7qMmIo8SiI/AAAAAAAAACY/k0SD6BIAN84/s320/S6300382.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168598109143190050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;eh ketahuan lagi ngapain nih, jualan atau pindahan, yang pasti gak keduanya.&lt;br /&gt;semangat ya ALLAHUAKBAR!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/105167976758055476-2475350338556128383?l=dhftunri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhftunri.blogspot.com/feeds/2475350338556128383/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=105167976758055476&amp;postID=2475350338556128383&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/105167976758055476/posts/default/2475350338556128383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/105167976758055476/posts/default/2475350338556128383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhftunri.blogspot.com/2008/02/muharram-fair-1429-h.html' title='Muharram Fair 1429 H'/><author><name>Daarul Hijrah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04294237773360752621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_LZVxK_msxXY/SWIFJARti7I/AAAAAAAAADk/dkhlVmDrsQc/S220/DaaRuL+HijRaH.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_LZVxK_msxXY/R7qENIo8SXI/AAAAAAAAABA/OjOIGt1jNDM/s72-c/S6300104.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-105167976758055476.post-393186943537045378</id><published>2008-02-18T18:34:00.000-08:00</published><updated>2008-02-18T18:41:07.066-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian'/><title type='text'>Mengelola Ketidaksetujuan Terhadap Hasil Syuro</title><content type='html'>&lt;div class="post-content"&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;RASANYA PERBINCANGAN kita tentang syuro tidak  akan lengkap tanpa membahas masalah yang satu ini. Apa yang harus kita lakukan  seandainya tidak menyetujui hasil &lt;span class="hilite"&gt;syuro&lt;/span&gt;? Bagaimana  "mengelola" ketidaksetujuan itu?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Kenyataan seperti ini akan kita temukan dalam  perjalanan dakwah dan pergerakan kita. Dan itu lumrah saja. Karena, merupakan  implikasi dari fakta yang lebih besar, yaitu adanya perbedaan pendapat yang  menjadi ciri kehidupan majemuk. Kita semua hadir dan berpartisipasi dalam dakwah  ini dengan latar belakang sosial dan keluarga yang berbeda, tingkat pengetahuan  yang berbeda, tingkat kematangan tarbawi yang berbeda. Walaupun proses tarbawi  berusaha menyamakan cara berpikir kita sebagai dai dengan meletakkan manhaj  dakwah yang jelas, namun dinamika personal, organisasi, dan lingkungan strategis  dakwah tetap saja akan menyisakan celah bagi semua kemungkinan  perbedaan.&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt; &lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Di sinilah kita memperoleh "pengalaman  keikhlasan" yang baru. Tunduk dan patuh pada sesuatu yang tidak kita setujui.  Dan, taat dalam keadaan terpaksa bukanlah pekerjaan mudah. Itulah cobaan  keikhlasan yang paling berat di sepanjang jalan dakwah dan dalam keseluruhan  pengalaman spiritual kita sebagai dai. Banyak yang berguguran dari jalan dakwah,  salah satunya karena mereka gagal mengelola ketidaksetujuannya terhadap hasil  &lt;span class="hilite"&gt;syuro&lt;/span&gt;.&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt; &lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Jadi, apa yang harus kita lakukan seandainya  suatu saat kita menjalani "pengalaman keikhlasan" seperti itu? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, marilah kita  bertanya kembali kepada diri kita, apakah pendapat kita telah terbentuk melalui  suatu "upaya ilmiah" seperti kajian perenungan, pengalaman lapangan yang  mendalam sehingga kita punya landasan yang kuat untuk mempertahankannya? Kita  harus membedakan secara ketat antara pendapat yang lahir dari proses ilmiah yang  sistematis dengan pendapat yang sebenarnya merupakan sekedar "lintasan pikiran"  yang muncul dalam benak kita selama rapat berlangsung.&lt;!--[if  !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Seadainya pendapat kita hanya sekedar lintasan  pikiran, sebaiknya hindari untuk berpendapat atau hanya untuk sekedar berbicara  dalam syuro. Itu kebiasaan yang buruk dalam &lt;span class="hilite"&gt;syuro&lt;/span&gt;.  Namun, ngotot atas dasar lintasan pikiran adalah kebiasaan yang jauh lebih  buruk. Alangkah menyedihkannya menyaksikan para duat yang ngotot mempertahankan  pendapatnya tanpa landasan ilmiah yang kokoh. Tapi, seandainya pendapat kita  terbangun melalui proses ilmiah yang intens dan sistematis, mari kita belajar  tawadhu. Karena, kaidah yang diwariskan para ulama kepada kita mengatakan,  "Pendapat kita memang benar, tapi mungkin salah. Dan pendapat mereka memang  salah, tapi mungkin benar."&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt; &lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, marilah kita  bertanya secara jujur kepada diri kita sendiri, apakah pendapat yang kita bela  itu merupakan "kebenaran objektif" atau sebenarnya ada "obsesi jiwa" tertentu di  dalam diri kita, yang kita sadari atau tidak kita sadari, mendorong kita untuk  "ngotot"? Misalnya, ketika kita merasakan perbedaan pendapat sebagai suatu  persaingan. Sehingga, ketika pendapat kita ditolak, kita merasakannya sebagai  kekalahan. Jadi, yang kita bela adalah "obsesi jiwa" kita. Bukan kebenaran  objektif, walaupun —karena faktor setan— kita mengatakannya demikian.&lt;!--[if  !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Bila yang kita bela memang obsesi jiwa, kita  harus segera berhenti memenangkan gengsi dan hawa nafsu. Segera bertaubat kepada  Allah swt. Sebab, itu adalah jebakan setan yang boleh jadi akan mengantar kita  kepada pembangkangan dan kemaksiatan. Tapi, seadainya yang kita bela adalah  kebenaran objektif dan yakin bahwa kita terbebas dari segala bentuk obsesi jiwa  semacam itu, kita harus yakin, &lt;span class="hilite"&gt;syuro&lt;/span&gt; pun membela hal  yang sama. Sebab, berlaku sabda Rasulullah saw., "Umatku tidak akan pernah  bersepakat atas suatu kesesatan." Dengan begitu kita menjadi lega dan tidak  perlu ngotot mempertahankan pendapat pribadi kita.&lt;!--[if  !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ketiga&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, seandainya  kita tetap percaya bahwa pendapat kita lebih benar dan pendapat umum yang  kemudian menjadi keputusan &lt;span class="hilite"&gt;syuro&lt;/span&gt; lebih lemah atau  bahkan pilihan yang salah, hendaklah kita percaya &lt;em&gt;mempertahankan kesatuan  dan keutuhan shaff jamaah dakwah&lt;/em&gt; jauh lebih utama dan lebih penting dari  pada sekadar memenangkan sebuah pendapat yang boleh jadi memang lebih benar.  Karena, berkah dan pertolongan hanya turun kepada jamaah yang bersatu padu dan  utuh. Kesatuan dan keutuhan shaff jamaah bahkan jauh lebih penting dari  kemenangan yang kita raih dalam peperangan. Jadi, seandainya kita kalah perang  tapi tetap bersatu, itu jauh lebih baik daripada kita menang tapi kemudian  bercerai berai. Persaudaraan adalah karunia Allah yang tidak tertandingi setelah  iman kepada-Nya.&lt;/p&gt; &lt;div align="justify"&gt;Seandainya kemudian pilihan syuro itu memang terbukti salah,  dengan kesatuan dan keutuhan shaff dakwah, Allah swt. dengan mudah akan  mengurangi dampak negatif dari kesalahan itu. Baik dengan mengurangi tingkat  resikonya atau menciptakan kesadaran kolektif yang baru yang mungkin tidak akan  pernah tercapai tanpa pengalaman salah seperti itu. Bisa juga berupa mengubah  jalan peristiwa kehidupan sehingga muncul situasi baru yang memungkinkan pilihan  syuro itu ditinggalkan dengan cara yang logis, tepat waktu, dan tanpa resiko.  Itulah hikmah Allah swt. sekaligus merupakan satu dari sekian banyak rahasia  ilmu-Nya. Dengan begitu, hati kita menjadi lapang menerima pilihan &lt;span class="hilite"&gt;syuro&lt;/span&gt; karena hikmah tertentu yang mungkin hanya akan muncul  setelah berlalunya waktu. Dan, alangkah tepatnya sang waktu mengajarkan kita  panorama hikmah Ilahi di sepanjang pengalaman dakwah kita.&lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Keempat&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, sesungguhnya dalam  ketidaksetujuan itu kita belajar tentang begitu banyak makna imaniyah: tentang  makna keikhlasan yang tidak terbatas, tentang makna tajarrud dari semua hawa  nafsu, tentang rnakna ukhuwah dan persatuan, tentang makna tawadhu dan  kerendahan hati, tentang cara rnenempatkan diri yang tepat dalam kehidupan  berjamaah, tentang cara kita memandang diri kita dan orang lain secara tepat,  tentang makna tradisi ilmiah yang kokoh dan kelapangan dada yang tidak terbatas,  tentang makna keterbatasan ilmu kita di hadapan ilmu Allah swt yang tidak  terbatas, tentang makna tsiqoh kepada jamaah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jangan pernah merasa lebih besar dari jamaah atau merasa lebih cerdas dari  kebanyakan orang. Tapi, kita harus memperkokoh tradisi ilmiah kita. Memperkokoh  tradisi pemikiran dan perenungan yang mendalam. Dan pada waktu yang sama,  memperkuat daya tampung hati kita terhadap beban perbedaan, memperkokoh  kelapangan dada kita, dan kerendahan hati terhadap begitu banyak ilmu dan  rahasia serta hikmah Allah swt. yang mungkin belum tampak di depan kita atau  tersembunyi di hari-hari yang akan datang.&lt;!--[if  !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Perbedaan adalah sumber kekayaan dalam kehidupan berjamaah.  Mereka yang tidak bisa menikmati perbedaan itu dengan cara yang benar akan  kehilangan banyak sumber kekayaan. Dalam ketidaksetujuan itu sebuah rahasia  kepribadian akan tampak ke permukaan: apakah kita matang secara tarbawi atau  tidak ?&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;—–&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Dari buku ‘Menikmati Demokrasi’&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Karya: Anis Matta&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/105167976758055476-393186943537045378?l=dhftunri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhftunri.blogspot.com/feeds/393186943537045378/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=105167976758055476&amp;postID=393186943537045378&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/105167976758055476/posts/default/393186943537045378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/105167976758055476/posts/default/393186943537045378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhftunri.blogspot.com/2008/02/mengelola-ketidaksetujuan-terhadap.html' title='Mengelola Ketidaksetujuan Terhadap Hasil Syuro'/><author><name>Daarul Hijrah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04294237773360752621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_LZVxK_msxXY/SWIFJARti7I/AAAAAAAAADk/dkhlVmDrsQc/S220/DaaRuL+HijRaH.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-105167976758055476.post-1860338476263702706</id><published>2008-02-18T02:22:00.000-08:00</published><updated>2008-02-18T02:25:04.700-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian'/><title type='text'>“Jangan Mudah Mengaku Sibuk”</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Bradley Hand ITC&amp;quot;; color: rgb(0, 102, 255);"&gt;“Maaf, saya terlambat memberi kabar. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; kesibukan yang teramat nyata yang harus saya jalani di kampus. Sekali lagi.. maaf, saya baru sempat. “ kurang lebih SMS itulah yang kubaca dari salah seorang teman SMAku dulu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Bradley Hand ITC&amp;quot;; color: rgb(0, 102, 255);" lang="SV"&gt;Kata-kata yang terangkai dalam SMS itu cukup membuatku geli. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Bradley Hand ITC&amp;quot;; color: rgb(0, 102, 255);" lang="FI"&gt;Kalimat itu cukup santun, esensi dari kalimat itu pun tak sekali ini aku mendengar ataupun membacanya. Bukan lagi dari 1 atau 2 orang, lebih bahkan…Hmm, dan mungkin aku pun pernah berucap seperti itu, seingatku lebih dari sekali juga..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Bradley Hand ITC&amp;quot;; color: rgb(0, 102, 255);" lang="FI"&gt;Ada hal yang menarik, cukup menginspirasi. Kalimat itu mengajakku merenung. Ya, aku sempat tak habis pikir.. pernah diri ini mengaku sibuk, padahal statusku masih mahasiswa. Tentu ucapanku ini belum bersesuaian. Bahkan aku menghakimi diri sendiri karena berucap itu. Kenapa? Karena dalam paradigmaku, kalau saat mahasiswa saja sudah berani mengaku sibuk, maka bagaimana jika sudah bekerja dan berumah tangga?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Bradley Hand ITC&amp;quot;; color: rgb(0, 102, 255);" lang="FI"&gt;Sekali lagi, aku sampai tak habis pikir, masih berstatus mahasiswa saja sudah berani mengaku sibuk. Sekalipun bukan mahasiswa biasa, dalam arti tak hanya belajar akademik tapi juga non akademik. Tapi itu sungguh bukan alasan bagiku untuk mengaku sibuk. Waktu ku sebagai mahasiswa dengan waktu mereka yang sudah berkeluarga, pun dengan waktu para pemimpin bangsa tetap sama. Sehari 24 jam. Padahal tanggungjawab mereka tentu melebihi diriku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Bradley Hand ITC&amp;quot;; color: rgb(0, 102, 255);" lang="FI"&gt;Jangan mudah berkata sibuk. Karena Rasulullah tidak pernah mengajarkan kita seperti itu. Aku masih bisa membayangkan semulia apa sosok beliau. Dengan berbagai macam amanah dan tanggungjawab yang ada di pundak beliau, tetap, tetap peduli dan selalu melayani. Beliau, seorang pengelola bisnis yang diinvestasikan bunda Khadijah. Beliau lah enterpreneur dengan sifat nabawi:shiddiQ (jujur), amanah (capable), fathanah (smart) dan tabligh (informatif). Beliau, seorang panglima perang, selama 10 tahun di Madinah ada sekitar 300-an detasemen yang beliau bentuk dan berangkatkan. Beliaulah pemimpin negara yang saat menjadi imam shalat, masih sempat bertanya “Di mana si Fulan? Mengapa ia tidak nampak?“. Namun, tetap beliau begitu tak lalai dalam mengemban amanahnya yang lain, sebagai suami, ayah, teman, dan tetangga. Dan, bandingkan dengan kita, sungguh... belum seberapa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Bradley Hand ITC&amp;quot;; color: rgb(0, 102, 255);" lang="FI"&gt;“Maaf, saya sibuk “. Ya, tiga kata yang bisa membuat jiwa-jiwa yang mengharap uluran tangan kita menjadi sungkan meminta bantuan kita. Tiga kata yang mampu membuat saudara yang semula ingin berbagi duka dengan kita, kini menjadi enggan karena khawatir makin menyita waktu kita. Inagtkah? Dalam tiap waktu kita, ada hak-hak saudara kita. Dan bisa jadi 3 kata itu menjadi alasan kita untuk lalai memenuhi hak mereka. Tiga kata yang mungkin sering menjadi alasan untuk kita lupa melantunkan bait-bait doa untuk saudara-saudara kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Bradley Hand ITC&amp;quot;; color: rgb(0, 102, 255);" lang="FI"&gt;Pff...&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Bradley Hand ITC&amp;quot;; color: rgb(0, 102, 255);" lang="FI"&gt;tidak baik jika aku mengeluh dengan mengaku sibuk dan tidak baik jika kepedulian ini merapuh dengan mengaku sibuk. Karena itu, jangan mudah mengaku sibuk, karena masih banyak sisi kehidupan yang belum terjamah. Masih banyak tantangan ummat yang belum terselesaikan. Kerena Islam membutuhkan kontribusi kita lebih besar. Ya, menjadi sebaik-baik hamba yang banyak memberi manfaat. Ya, Totalitas dalam peduli dan melayani.. Keep IstiQomah akhi wa ukthi....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/105167976758055476-1860338476263702706?l=dhftunri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhftunri.blogspot.com/feeds/1860338476263702706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=105167976758055476&amp;postID=1860338476263702706&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/105167976758055476/posts/default/1860338476263702706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/105167976758055476/posts/default/1860338476263702706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhftunri.blogspot.com/2008/02/jangan-mudah-mengaku-sibuk.html' title='“Jangan Mudah Mengaku Sibuk”'/><author><name>Daarul Hijrah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04294237773360752621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_LZVxK_msxXY/SWIFJARti7I/AAAAAAAAADk/dkhlVmDrsQc/S220/DaaRuL+HijRaH.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-105167976758055476.post-1771831425083498661</id><published>2008-02-18T02:16:00.000-08:00</published><updated>2008-02-18T02:17:28.860-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Visi Dan Misi'/><title type='text'>Visi dan Misi</title><content type='html'>&lt;ul style="margin-top: 0in;" type="circle"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: Chiller;" lang="FI"&gt;Visi      dan Misi UKMI Daarul Hijrah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; color: purple;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;¶&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 17pt; font-family: Chiller;" lang="FI"&gt;Visi&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; : &lt;span style="color: purple;"&gt;membentuk dan menjadikan civitas akademika Fakultas Teknik UNRI sebagai generasi rabbani yang memiliki aqidah yang kokoh demi terwujudnya lingkungan kampus yang islami&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;¶&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: Chiller;"&gt;Misi &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color: purple;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: purple;"&gt;Membina ketakwaan, keimanan dan akhlak mahasiswa muslim atau civitas akademika FT UNRI dengan cara – cara yang sesuai dengan al-quran dan sunnah rasulullah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color: purple;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: purple;"&gt;Menggali, mengembangkan dan memantapkan segmen potensi kemahasiswaan baik potensi akal, keilmuan dan budaya yang bersifat kreatif dan aplikatif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color: purple;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: purple;"&gt;mengembangkan kerjasama, komunikasi dan persaudaraan sesama mahasiswa muslim khususnya dan seluruh civitas akademika FT UNRI pada umumnya, baik perorangan maupun lembaga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color: purple;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: purple;"&gt;berperan aktif dalam pengembangan kegiatan dan peningkatan kualitas SDM dengan misi membawa kebaikan, menebar manfaat dan mencegah kemungkaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/105167976758055476-1771831425083498661?l=dhftunri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhftunri.blogspot.com/feeds/1771831425083498661/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=105167976758055476&amp;postID=1771831425083498661&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/105167976758055476/posts/default/1771831425083498661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/105167976758055476/posts/default/1771831425083498661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhftunri.blogspot.com/2008/02/visi-dan-misi.html' title='Visi dan Misi'/><author><name>Daarul Hijrah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04294237773360752621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_LZVxK_msxXY/SWIFJARti7I/AAAAAAAAADk/dkhlVmDrsQc/S220/DaaRuL+HijRaH.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-105167976758055476.post-4836892094207276988</id><published>2008-02-18T02:14:00.000-08:00</published><updated>2008-02-18T02:16:31.192-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil'/><title type='text'>Profil</title><content type='html'>&lt;ul style="margin-top: 0in;" type="circle"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Gigi;"&gt;Sejarah      Daarul Hijrah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;UKMI Daarul Hijrah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;; color: rgb(255, 102, 0);" lang="EN-GB"&gt;diresmikan dan disahkan oleh Dekan Fakultas Teknik Universitas Riau pada tanggal 1 Muharram 1421 H bertepatan dengan 6 April 2000 di Pekanbaru-Riau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;UKMI Daarul Hijrah merupakan lembaga semi – otonom yang berada&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;dibawah BEM FT UNRI &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Para Pemimpinnya adalah:&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Fernanda (2001-2002)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Herliansyah (2002-2003)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Nuryasin (2003-2004)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Indra Jaya (2004-2005)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Hendra Gunawan (2005-2006)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Hamalan (2006-2007)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Harri Ardiles (2007-2008)&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/105167976758055476-4836892094207276988?l=dhftunri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhftunri.blogspot.com/feeds/4836892094207276988/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=105167976758055476&amp;postID=4836892094207276988&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/105167976758055476/posts/default/4836892094207276988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/105167976758055476/posts/default/4836892094207276988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhftunri.blogspot.com/2008/02/profil.html' title='Profil'/><author><name>Daarul Hijrah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04294237773360752621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_LZVxK_msxXY/SWIFJARti7I/AAAAAAAAADk/dkhlVmDrsQc/S220/DaaRuL+HijRaH.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-105167976758055476.post-3120229745138310719</id><published>2007-12-17T09:45:00.000-08:00</published><updated>2008-02-18T21:06:43.990-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Belajar dari Perang Tabuk: Membangkitkan Energi Aktivasi, Menghindari Berlambat-lambat</title><content type='html'>&lt;span class="title"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pada suatu pagi, Rasulullah dan kaum muslimin bersiap-siap, sementara aku belum mempersiapkan apapun. Aku berkata kepada diriku, “Aku akan bersiap-siap setelah satu atau dua hari, lalu menyusul mereka”. Ketika keesokan harinya tiba dan kaum muslimin telah berangkat, aku bermaksud melakukan persiapan, namun aku tidak mempersiapkan sesuatupun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pagi berikutnya tiba, aku pun memikirkan, namun tidak juga melakukan persiapan. Hal itu terus menderaku hingga kaum muslimin pergi jauh dan melangsungkan perang. Aku bermaksud pergi dan menyusul mereka. Alangkah inginnya aku melakukan hal itu. Namun itu tidak ditakdirkan kepadaku. Apabila aku keluar setelah keberangkatan Rasulullah, aku merasa sedih, aku melihat diriku hanyalah orang yang tengah ada di dalam kubang kemunafikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata di atas adalah penggalan ucapan sahabat Rasulullah, Ka’ab bin Malik, yang diriwayatkan oleh imam Ahmad dari Ubaidillah yang kebetulan satu suku dengan Ka’ab bin Malik. Hal yang sangat penting dari kisah di atas adalah “berlambat-lambat”. Mungkin selintas kita pernah membayangkan, seandainya Ka’ab bin Malik, segera mempersiapkan kuda dan mengasah pedangnya, mungkin beliau akan bersama Rasulullah dalam perang Tabuk. Namun, demikianlah Allah menjadikan ini pelajaran dan hikmah untuk kita, maka sepatutnyalah kita mengambil manfaat dari kisah Ka’ab dan ketikdak ikutsertaaanya dalam perang Tabuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita melihat, betapa “berlambat-lambat” bisa hinggap dimana saja, di situasi apa saja dan pada siapa saja. Betapa kata ini yang menggerogoti semangat jihad dan ruhaniah para sahabat meski mereka biasa bertemu Rasulullah secara langsung, apalagi kita yang belum pernah bertemu dengan Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman “Dan sesungguhnya di antara kamu ada orang yang sangat berlambat-lambat (ke medan pertempuran). Maka jika kamu ditimpa musibah ia berkata: "Sesungguhnya Tuhan telah menganugerahkan nikmat kepada saya karena saya tidak ikut berperang bersama mereka.” (An-Nisa:72).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat di atas turun berkenaan dengan berlambat-lambatnya sebagian orang munafik dalam berperang dan persiapannya. Ibnu Katsir dalam tafsirnya memberikan contoh orang munafik ini misalnya Abdullah bin ubay bin Sallul, dedengkot munafik yang juga pernah memfitnah Aisyah r.a. sepulang dari medan perang Bani Mustaliq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agaknya tidak salah bahwa mengkategorikan “berlambat-lambat” sebagai penyakit awal orang menjadi munafik. Orang akan mencari seribu alasan untuk menyelamatkan diri dari “hukuman” akibat berlambat-lambatnya dalam tugas yang diamanahkan (semoga kita tidak termasuk di dalamnya). Kita lihat Ka’ab bin Malik, seorang diplomat ulung, seandainya dia berbohong, niscaya Rasulullah akan percaya, namun Kaab lebih takut akan murka Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak asing mendengar seorang mahasiswa tingkat akhir yang sedang menulis thesis, laporan, paper, journal dan bahkan tugas menulis artikel, tidak “kelar-kelar” kerjaannya, salah satunya adalah karena berlambat-lambat. Memang menjadi sunnatullah, bahwa awal akan selalu berat. Energi awal perlu cukup tinggi untuk bisa membuat sesuatu berjalan. Mari kita tengok kembali, ilmu kimia SMA kita, kita telah belajar, bagaimana sebuah energi aktivasi yang cukup besar diperlukan untuk berlangsungnya sebuah proses kimia. Itulah sunnatullah proses di awal. Namun tidak adakah solusi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah cara yang sederhana untuk membangkitkan energi aktivasi di awal. Cobalah memulai hal-hal kecil di awal. Buat yang akan menulis, tuliskanlah beberapa kata sembarang, tanpa perlu memikirkannya terlalu mendalam. Buat yang akan menggambar, buatlah coretan-coretan sederhana, insya Allah ketika menuliskan kata-kata atau coretan-coretan itu, semangat akan muncul otomatis. Semangat akan muncul tiba2 tanpa kita sadari. Seorang kawan saya mengatakan, “yang penting ada dulu, perkara pengoreksian bisa dilakukan berikutnya”. Demikianlah yang pengalaman penulis telah membuktikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata seorang D. J. Schwartz dalam “the magic of thinking big” juga menuliskan bagaimana kita harus memulai pekerjaan dengan hal-hal kecil yang ia sebut sebagai energi mekanis untuk memulai pekerjaan besar. Tersebutlah seorang penulis yang mempunyai deadline yang harus dipenuhi, namun ide tak kunjung tiba. Namun ia segera duduk di belakang meja kerja, mengambil pensil dan kertas, lalu menjalani gerakan mekanis menulis. Dia menuliskan apa saja, mencoret-coret, tanpa sadar pikirannya masuk ke dalam jalur yang benar yaitu menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang memang ada ide datang ketika kita tidak sedang bekerja, tapi itu hanya bonus dari Allah. Kebanyakan gagasan yang bagus, kesuksesan datang karena kita mulai bekerja. Demikianlah Allah memberikan rezekinya kepada orang-orang yang berikhtiar (berusaha).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin siapapun pernah merasakan misalnya saat panggilan sholat isya, kita sedang enaknya nonton TV di atas sofa, atau dalam selimut hangat musim dingin, atau sedang asyik membuat program di depan komputer, maka cobalah untuk berdiri walaupun terasa agak berat dan malas. Atapun saat bangun malam, mencobalah untuk “memutus” mimpi dengan cara bangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah kita mengaktifkan energi aktivasi, yang memang sunnatullah berat (di awal) namun untuk seterusnya menjadi ringan. Kita harus mampu menjadi inisiator minimal bagi diri kita sendiri. Allah menyukai orang-orang yang selalu berusaha lalu bertawakkal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya” (Q.S. Ali-imran:159)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu ‘alam bishawab.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/105167976758055476-3120229745138310719?l=dhftunri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhftunri.blogspot.com/feeds/3120229745138310719/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=105167976758055476&amp;postID=3120229745138310719&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/105167976758055476/posts/default/3120229745138310719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/105167976758055476/posts/default/3120229745138310719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhftunri.blogspot.com/2017/12/belajar-dari-perang-tabuk-membangkitkan.html' title='Belajar dari Perang Tabuk: Membangkitkan Energi Aktivasi, Menghindari Berlambat-lambat'/><author><name>Daarul Hijrah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04294237773360752621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_LZVxK_msxXY/SWIFJARti7I/AAAAAAAAADk/dkhlVmDrsQc/S220/DaaRuL+HijRaH.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
